Meski Kamu Kids Zaman Now, Sejarah Lubuk Basung yang Satu ini Wajib Diketahui

- 7:00 pm
Meski kamu terbilang kids zaman now, sejarah Lubuk Basung yang satu ini sangat wajib kamu ketahui. Sejarah apa ya? Mungkin pertanyaan ini muncul di benak kamu. So, biar tidak bikin penasaran, kamu mesti tahu kapan mulanya Lubuk Basung menjadi Ibu Kota Kabupetan Agam. Berikut sejarah singkatnya.



Sejarah penentuan 19 Juli sebagai hari lahir Ibu Kota Kabupaten Agam berawal  dengan pindahnya pusat pemerintahan Kabupaten Agam dari Bukittinggi ke Lubuk Basung pada tanggal 19 Juli 1993 lalu secara de facto.

Dikutip dari padangmedia.com kemudian, diperkuat dengan Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 8 Tahun 1998, maka Lubuk Basung dengan pusat pemerintahan dipindahkan ke Manggopoh.

Setelah memasuki era otonomi daerah, istilah desa dan sistem pemerintahan di dalamnya diubah menjadi nagari dengan sistem pemerintahan yang berpola kepada adat istiadat masyarakat Kabupaten Agam. Dengan demikian, wilayah Kecamatan Lubuk Basung terbagi kedalam 5 nagari dengan 26 jorong .

Sebagai ibukota, Lubuk Basung semakin meningkat pembangunannya dari tahun ke tahun, sarana prasarana infrastruktur terus tumbuh, pembangunan pendidikan, kesehatan, olahraga dan sektor sektor lainnya layaknya sebuah ibukota Kabupaten yang dimulai dibawah kepemimpinan Gustrial Agus saat kepindahan ibukota Agam ke Lubuk Basung tahun 1993. Kemudian dilanjutkan dengan kepemimpinan Ismu Nazif, selanjutnya Aristo Munandar dan saat ini Indra Catri yang menjadikan Lubuk Basung semakin tacelak.

Berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Agam untuk keberhasilan pembangunan tersebut dapat dilihat pada kondisi nyata saat ini, baik pembangunan fisik maupun pembangunan non fisik. Kota Lubuk Basung sudah banyak mengalami perubahan melalui inovasi dan berbagai program kegiatan pembangunan.

Lubuk Basung adalah sebuah kota berstatus kecamatan yang menjadi nama ibu kota dari Kabupaten Agam. Luas wilayahnya 33,226 Ha, atau sekitar 6,33% dari luas Kabupaten Agam dengan jumlah penduduk lebih kurang 70 ribu orang. Kecamatan yang berkedudukan pada ketinggian rata-rata 102 meter dari atas permukaan laut, dan suhu udara maksimum mencapai 30 °C dan minimum mencapai 25 °C, memiliki batas-batas administratif wilayah sebagai berikut :sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Ampek Nagarai, sebelah selatan dengan Kabupaten Pariaman, sebelah timur dengan Kecamatan Tanjung Mutiara dan sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Raya.

Itulah sejarah singkat Lubuk Basung sebagai Ibu Kota Kabupaten Agam. Semoga Lubuk Basung semakin maju dan menjadi Ibukota Kabupaten  yang bersih, aman dan nyaman. (*)

Sumber : tribunnews.com