Selain Kutang Barendo, di Lubas Juga Ada Talua Barendo

- 9:00 am
Memang benar kata orang-orang, kalau orang Minang itu tidak pernah kehabisan ide untuk membuat sajian kuliner yang nikmat. Ada-ada saja ide kreatif yang muncul dalam olah-mengolah makanan. Selain rasanya enak, penamaanya pun terbilang unik. Satu di antaranya adalah talua barendo atau dalam bahasa Indonesia disebut telur berenda.

Wah seperti apa ya talua barendo ini? 


Talua Barendo

Sebenarnya talua barendo merupakan telur dadar biasa, yang bahannya terbuat dari telur itik alias telur bebek, yang digoreng dengan minyak super panas di wadah kuali. 

Mengapa dikatakan talua barendo? Karena pada saat telur dadar tersebut matang, wujud dadar itu terlihat berenda-renda di sisi tepinya. Bentuknya tipis dibandingkan telur dadar biasa. Aromanya lezat sehingga dapat mengundang selera makan. 

Talua barendo akan lebih nikmat dilahap ketika masih panas, dan di kawasan berhawa cukup dingin, menu ini sangat cocok jadi santapan.

Rumah-rumah makan di Bukittinggi dan Padang Panjang, menu ini biasanya jadi andalan, banyak diburu oleh konsumen. Tapi, entah mengapa, talua ini jarang ditemukan di rumah-rumah makan di Padang. Tapi kamu jangan khawatir, datang saja ke Lubuk Basung, tepatnya di Pasar Tradisional Padang Baru. Maka jika beruntung kamu akan menemukan menu ini terhidang di lapak Ni Am. Karena pasar ini hanya aktif dua kali seminggu, Minggu dan Kamis.

Ni Am menjelaskan di lapaknya tidak selalu ada talua barendo. Hanya saja kalau ada yang pesan makan akan dibuatkan saat itu juga.

Dikatakan Ni Am untuk membuat talua barendo yang lezat dan gurih, menggorengnya harus menggunakan minyak yang sangat panas. 

“Lebih bagus telur bebek yang dicampur cabai giling halus. Kemudian diberi irisan daun bawang. Makanya rasanya gurih dan sedikit pedas,” ujarnya Ni Am.

Ni Am melanjutkan menjelaskan cara membuat talua barendo, sementara saya menyantap hidangan talua barendo dengan sungguh-sungguh. Dikatakannya telur dikocok hingga berbusa setelah dicampur berbagai bumbu. Kemudian adukan telur itu siap dimasukkan ke minyak panas.

“Jika sudang tampak menguning, kecilkan api kompor agar telur masaknya rata. Saat telah berwarna agak keemasan, maka kurangi minyaknya,” imbuhnya lagi.

Mengurangi minyak bertujuan agar talua barendo benar-benar kering. Di sinilah letak perbedaan membuat talua barendo dan telur dadar biasa.

Sedikit bocoran buat kamu, rasa talua barendo sangat nikmat. Serius. Makanya kamu harus datang ke Lubuk Basung. Dijamin tidak rugi. Enjoy in Lubas.