Ini Dia Minuman Primadona Pelepas Dahaga di Lubuk Basung

- 8:34 am
Di Lubuk Basung, selain teh telur (teh talua) salah satu minuman favorit masyarakat untuk melepaskan dahaga adalah aia aka, aia tawa atau ada juga yang menyebutnya aia kacang.

Minum yang terbuat dari cincau/lubas.web.id

Walau namanya berbeda namun wujudnya tetap sama. Yakni terbuat dari bahan dasar cincau. Cincau yang digunakan adalah terbuat dari cincau alami. Yakni cincau yang dibuat dari daun cincau secara tradisional. Itu sebabnya warna cincau ini berwarna hijau mengkilat. Berbeda dengan cincau kebanyakan yang warnanya hitam.

Ternyata ada dua jenis cincau, yakni cincau hijau yang berasal ari tanaman Cyclea barbata dan cincau hitam dari tanaman Mesona palustris atau cincau perdu Premna serratifolia.

Lalu bagaimana rasanya? Rasanya cukup unik. Karena terbuat dari daun cincau alami otomatis rasanya agak berbeda dengan rasa cincau yang berwarna hitam yang rasanya agak mencolok.

Aia Tawa ini memiliki bentuk hampir mirip seperti cendol namun bertekstur kenyal layaknya agar-agar. Tentunya minuman ini bisa menjadi pilihan anda sekeluarga sebagai minuman pilihan untuk mengobati dahaga setelah seharian beraktifitas, karena rasanya yang enak dan segar.

Adapun yang menjadi racikan minuman ini adalah cincau hijau, gula merah yang sudah direbus dan air asam yang diaduk jadi satu. Jika anda tidak suka asam, bisa diganti dengan air santan yang juga telah dimasak.

Banyak manfaat bisa didapat dari minuman ini. Selain menyegarkan badan, minuman ini katanya bisa menyembuhkan beragam penyakit.

Ragam penyakit tersebut misalnya sembelit, panas dalam, demam, diare, melancarkan pencernaan, menghilangkan perut kembung serta beragam penyakit lainnya.

Minuman tradisional ini mudah ditemui di sejumlah lokasi di Lubuk Basung. Biasanya penjual minuman aia kacang ini menggunakan gerobak dorong dan mangkal di sejumlah titik tertentu yang dianggap strategis dan ramai. Setidaknya ada 3 lokasi yang ramai dikunjungi, seperti di Simpang Ampek Tangah, Kawasan Pasar Padang Baru, dan di Pasar Lama Lubuk Basung. 

Salah seorang penjual minuman ini adalah Ajo. Dia berjualan aia kacang ini di kawasan Pasar Lama Lubuk Basung. Biasanya dia mulai berjualan mulai sore hingga malam hari. Segelas aie kacang dijualnya seharga Rp 4000.

Dalam satu hari Ajo bisa menjual puluhan gelas aie kacang kepada pelanggannya. Selain minum di tempat banyak juga yang dibungkus untuk diminum di rumah masing-masing.

Menurutnya, hal yang paling sulit itu adalah proses membuat cincau hijaunya. Jika belum berpengalaman maka pembuatan cincau ini akan gagal. Gagal karena cincaunya tidak membeku.

Tapi katanya, sekarang tidak perlu bingung, saat ini banyak penjual cincau hijau yang tersebar di pasar-pasar. Ini tentunya mempermudah anda yang ingin membuat dan mencoba sendiri membuat minuman ini.

Bagaimana tertarik mencobanya? So, Enjoy in Lubas.