Karina Nasir, Sosok Pembawa Acara Kawakan dari Lubuk Basung

- 1:12 pm
Dalam sebuah acara, kehadiran seorang pembawa acara tidak sekadar untuk bercuap-cuap saja. Keberhasilan dan kelancaran sebuah acara atau sebaliknya, acara menjadi monoton, tidak menarik dan berantakan ditentukan oleh kepiawaian seorang pembawa acara. Musabab, seorang pembawa acara akan memandu rentetan acara secara teratur dan rapi, mulai dari opening hingga closing. Nah, kali ini kita akan mengupas ihwal profesi yang terlihat mudah namun tidak semua orang mampu melakukannya itu bersama pembawa acara kawakan dari Lubuk Basung, siapakah dia?
Karina Nasir dan rekan/Dok. Pribadi

Dia adalah Karina Nasir (40), seorang perempuan yang malang melintang sebagai pembawa acara atau dalam istilah asing disebut Master of Ceremony (MC). Karina, begitu dia akrab disapa merupakan MC yang saat ini namanya tengah melejit. Tidak hanya di Lubuk Basung, ratusan acara di Sumatra Barat, dan sejumlah propinsi tentangga sudah pernah dimeriahkannya.

Perkenalan Karina dengan seni bertutur yang dipadu dengan seni oleh tubuh tersebut berawal dari profesinya sebagai seorang penyiar radio. Pada tahun 1999, Karina hijrah dari Radio Mitra Lubuk Basung ke Radio Carano Batirai Indah Batu Sangkar. Diceritakannya, awal mula perkenalannya dengan dunia MC bisa dikatakan melalui proses yang tanpa disengaja.

"Ketika pindah siaran ke Batu Sangkar, ibu angkat saya, Dra. Zakiah Sabri yang bekerja di BKKBN Agam kasih kabar kalau akan diadakan pelatihan MC yang diikuti Sumbar, Riau, Jambi, Bengkulu. Nah, karena dari BKKBN Agam ketika itu tidak ada yang bisa mewakili, maka saya yang mewakili. Selama satu minggu ikut pelatihan, Alhamdulillah terpilih jadi MC terbaik nomor satu," kenang perempuan berhijab tersebut. 

Passion-nya sebagai seorang MC semakin terasah ketika dirinya pindah siaran ke Radio Solok Citra Nadanusa pada tahun 2000. Pengalaman menyiar yang lebih sering terjun langsung ke lapangan, seperti  pelantikan walikota dan wakil walikota Solok, serta meliput sejumlah kegiatan olahraga membuat dirinya semakin piawai memadupadankan antara bahasa lisan dengan seni gestural.

"Ketika siaran, saya selalu menjadi utusan untuk liputan langsung ke lapangan. Sehingga bakat MC saya makin tereksplorasi," ujar perempuan yang pernah menjadi MC Coffee Morning setiap Jumat di lingkungan pemerintahan pada saat mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi menjadi Bupati Solok.

Bagi Karina, menjadi seorang MC memang gampang-gampang susah. Ada beberapa syarat yang harus terpenuhi, seperti berkepribadian baik, berpenampilan atraktif dan simpatik, memiliki wawasan yang baik, memiliki kemampuan berbahasa dan berkomunikasi yang baik, tanggap dan cekatan, dan lain sebagainya. Sehingga bisa dikatakan untuk menjadi seorang MC tidak cukup hanya dengan modal suara bagus (golden voice). Namun ada banyak penunjang yang perlu diperhatikan dengan serius. 

"Idealnya seorang MC harus dapat menarik perhatian khalayak, menghibur, menyampaikan pesan, sehingga dapat membangkitkan semangat khalayak yang hadir. Sehingga seorang MC dituntut untuk lebih atraktif dan menyenangkan," terang mantan penyiar Radio Pemda Lubuk Basung tersebut.

Selama melakoni profesi sebagai MC bukan berarti Karina tidak pernah tersandung. Pada awal-awal masa karirnya, tak jarang Karina dipandang sebelah mata oleh tetamu yang menghadiri sebuah acara. Bahkan dia juga sempat dicerca dengan banyak ide oleh si pemilik acara. Namun, pengalaman jualah yang berbicara, bermodalkan konsep yang terstruktur Karina berhasil menghantarkan acara yang meriah untuk si pemilik pesta.

"Karena itu, seorang MC harus benar-benar menguasai seluruh aspek yang akan mempengaruhi kelancaran acara. Sebab, seorang MC adalah sutradara pada sebuah acara," tukuk ibu tiga orang anak ini.

18 tahun sudah Karina melakoni profesi sebagai MC. Sudah tidak terhitung banyaknya acara yang dilaluinya, mulai dari acara formal, seperti acara instansi pemerintahan dan kepartaian sampai acara  tidak formal seperti acara pernikahan.

Meski terbilang sukses, Karina tidak pelit berbagi ilmu seputar dunia MC. Dia selalu membuka diri bagi generasi muda Lubuk Basung yang ingin melakoni profesi yang sama. Dikatakannya, yang paling penting diperhatikan oleh seorang MC itu adalah kepercayaan diri. Kepercayaan diri mutlak dibutuhkan seorang MC, karena harus berhadapan dengan publik baik dalam acara besar atau kecil, resmi atau tidak resmi, offair maupun onair

"Siapa saja bisa jadi MC, asalkan dia biasa membuat acara agar tidak monoton. Untuk yang lain-lainnya bisa diasah," tandasnya.

Terakhir kata Karina, MC yang baik itu adalah MC yang memiliki kemampuan untuk memandu atau membawakan suatu acara dan tidak hanya sekedar terima job, datang, dan cuap-cuap. MC harus mengetahui dengan detail apa acaranya, lokasinya seperti apa, siapa saja yang diundang, siapa tokoh atau pejabat yang akan hadir, siapa audience-nya, dan seperti apa rundown acara dari panitia atau pemilik acara.

"Kemudian seorang MC harus pandai beradaptasi, menjaga etika, dan harus kreatif, inisiatif serta mampu berpikir cepat dan tepat."

Dengan segudang prestasinya di dunia MC, saat ini Karina Nasir menjelma menjadi salah satu MC Wedding (pernikahan) terbaik di Sumatra Barat. Dengan predikat tersebut membuat dirinya All Out (total) ketika diminta menjadi pembawa acara pernikahan. Tidak sekadar jadi MC, dia beserta tim juga menyuguhkan sederetan serimonial lainnya, seperti permainan alat musik saluang dan talempong. Tidak sampai di situ, dia beserta tim juga menyediakan jasa Qori dan Qoriah terbaik.

Nah, bagi kamu yang ingin mengetahui dan belajar lebih banyak seputar dunia MC, atau ingin mengundang dirinya untuk memeriahkan pesta, langsung saja berinteraksi melalui akun resmi miliknya di Facebook : Karina Nasir. So, Enjoy in Lubas.(*)