Meski di Daerah Lain Hampir Hilang, di Lubuk Basung Profesi Ini Masih Eksis

- 10:11 am
Pertanyaan yang sering muncul di zaman moderen ini adalah; masih adakah daerah yang menggunakan jasa pawang hujan saat ini? Kalaupun ada mungkin sudah sangat jarang, dulu ketika era 90-an hingga awal tahun 2000 masih sering dijumpai kehadiran pawang hujan, terutama untuk alek gadang misalnya saat ada acara pernikahan, bagalanggang, pacu kudo, dan permainan anak nagari lain. 

Foto via Yahya Aqiqah

Tapi, hebatnya di Lubuk Basung profesi ini masih eksis sampai sekarang. Tak hanya jasa pawang hujan yang masih dimanfaatkan pada acara alek gadang, berikut beberapa profesi dalam adat dan kebudayaan minang yang keberadaannya masih terus ada di Lubuk Basung.

Urang Mamanggia

Dulunya di minang, undangan bentuknya tidak berupa fisik seperti sekarang. Keberadaan urang mamanggia ini sangat penting dalam menyampaikan panggilan (undangan) secara lisan. Fungsinya pun dibedakan antara perempuan dan laki-laki. Perempuan biasanya memanggil (mengundang) kaum ibu untuk masak memasak, sedangkan laki-laki memiliki pekerjaan lebih kompleks, yaitu memanggil (mengundang) kaum bapak, mamak, hingga ninik mamak(penghulu).

Ciri khas dari urang mamanggia adalah sirih untuk perempuan dan rokok untuk laki-laki. Bila tuan rumah sedang pergi, maka kedua benda itulah yang menjadi penanda bahwa ada panggilan (undangan) untuk tuan rumah.

Setelah dibiasakannya menyebar undangan (fisik) maka jasa urang mamanggia mulai ditinggalkan, karena dianggap kurang praktis. Tapi tidak begitu di Lubuk Basung.

Urang Maidang (Tukang Hidang)

Untuk acara (alek) terutama yang dihadiri oleh tokoh ninik mamak, kehadiran tukang hidang sangat penting. Tukang hidang bukanlah pekerjaan sembarangan, karena banyak aturan tidak tertulis yang harus dipatuhi. Misalnya, tidak boleh menghidang dengan tangan kiri. Atau jalan tergesa-gesa dan melonjak-lonjak.

Tak hanya laki-laki, perempuan pun dibutuhkan untuk menjadi tukang hidang, terutama dalam status bako -bisan, sumando – pasumandan.

Tukang Masak

Dulu, urusan memasak dilakukan secara gotong royong oleh keluarga sepihak (termasuk bako). Apalagi untuk memasak wajik, pinyaram, nasi lamak, galamai dll. Sedangkan untuk masakan dengan keahlian khusus seperti gulai kambiang (cancang) biasanya diupahkan kepada tukang masak.

Meski di beberapa daerah lain beberapa profesi yang disebutkan di atas tadi sudah mulai hilang, tapi tidak halnya di Lubuk Basung. Profesi penting dalam alek tersebut masih eksis sampai sekarang. So, Enjoy in Lubas.