Pelajaran Hidup Ini Akan Kamu Dapati Ketika Berteman Dengan Orang Lubuk Basung

- 8:13 am
Awal mula kamu bertemu dengan teman-teman yang berbeda pulau, kota, adat, dan budaya adalah ketika kamu memasuki bangku perkuliahan atau berada di tanah perantauan. Tentu kamu tidak menyangka, jenjang Universitas dan tanah rantau menyatukan kamu yang berbeda latar belakang berbaur menjadi satu.

Foto via Inovasee

Kamu akan berjumpa teman berdarah Batak, Minang, dan Papua dan masih banyak lagi. Berteman dengan mereka yang berasal dari pelbagai daerah membuat kamu sadar bahwa pelajaran hidup itu rupanya datang dari luar daerah. 

Nah, berikut ini ada 4 hal paling mengesankan dalam hidup ini yang kamu dapatkan ketika mengenal dan menghabiskan waktu bersama orang Lubuk Basung.

Orang Lubuk Basung tidak mau merepotkan orang lain selama masih bisa berusaha sendiri

Mungkin banyak dari kita yang masih meremehkan keadaan dan memanfaatkan kebaikan orang lain padahal masih mampu dikerjakan sendiri. Sikap yang mudah menyerah dan selalu mengandalkan orang lain membuat kita sulit berkembang dalam menghadapi tantangan hidup.

Namun, tidak dengan orang Lubuk Basung. Prinsip yang selalu dipegang adalah “bertahan selama mampu, meminta bantuan bila memang perlu!” 

Orang Lubuk Basung mau belajar menyesuaikan diri dimanapun berada

Ketika sesama orang Minang berkumpul, mereka cenderung menggunakan bahasa asli daerah asalnya. Sementara jika bertemu dengan orang yang berbeda kota atau pulau, maka mereka memilih menggunakan bahasa indonesia. Yah meskipun logat nggak bisa bohong ya hehe.

Orang Lubuk Basung itu teliti dan pemikir

Sesorang mengatakan bahwa teliti merupakan salah satu kunci menuju gerbang kesuksesan. Sikap ini harus dibiasakan agar menjadi kebiasaan sehingga celah untuk berbuat ceroboh kian sempit. Selain itu, mereka juga pemikir yang cepat dan tidak takut mengambil risiko.

Risiko selalu ada setiap seorang manusia mencoba bertindak. Risiko akan mengajarkan bagaimana kita menghargai pilihan yang telah diambil dan tentu pengalaman juga bertambah. Apalagi kalau sedang berada di tanah perantauan, maka supaya dapat bertahan hidup harus berani mengambil risiko jika ingin sukses dan maju.

Orang Lubuk Basung itu memiliki solidaritas yang tinggi

Berasal dari tanah kelahiran yang sama membuat mereka menguatkan satu sama lain di tanah orang. Solidaritas di sini dalam arti positif ya, artinya memang mereka menyadari bahwa hidup di luar daerah harus bisa saling menjaga.

Misalnya saja ada teman yang sakit, maka tidak lama kemudian mereka mengumumkan berita tersebut melalui grup seperti ‘kumpulan anak Lubuk Basung’ guna mengumpulkan bantuan serta sebagai aksi peduli sesama. Sifat seperti inilah yang seharusnya dicontoh oleh semua orang, bahwa solidaritas positif akan melahirkan kelembutan hati tanpa harus menghilangkan jati diri.

Benar bahwa teman dan lingkungan itu memengaruhi sikap kita dalam melewati arus kehidupan. Walaupun tidak semua orang Lubuk Basung seperti itu, tetapi bukankah sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang pandai mengambil pelajaran dan hikmah dari suatu peristiwa? Termasuk takdir bertemu dengan kawan yang berbeda latar belakang adat istiadat.

***
Bagi kamu yang punya artikel menarik lainnya, ide, gagasan, opini, kegiatan acara, profil usaha yang ingin dipublikasikan silakan kirim ke redaksi.esbece@gmail.com.