Rendang Lubuk Basung, Proses yang Tidak Membohongi Cita Rasa

- 6:11 pm
Berasal dari Ranah Minang, rendang menjadi masakan paling fenomenal di Indonesia. Tak hanya tersebar di seluruh Indonesia, aromanya juga menyebar dari gerai makanan di Metro Center, Washington DC, Amerika Serikat. Masakan ini sangat mudah didapat di negara tetangga seperti di Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, dan Thailand. Tapi, untuk mencicipi rendang yang satu ini, anda tidak perlu jauh-jauh, cukup sambangi saja Rumah Rendang yang ada di Lubuk Basung berikut ini.
Proses pembuatan rendang lubuk basung oleh Wilsa Vinola

Bagi anda pecinta masakan bersantan, rendang adalah pilihan yang tepat. Bercita rasa pedas, rendang adalah masakan yang mengandung bumbu rempah yang kaya. Selain bahan dasar daging, rendang menggunakan bumbu-bumbu alami, yang bersifat antiseptik dan membunuh bakteri patogen sehingga bersifat sebagai bahan pengawet alami.

Bagi masyarakat Minangkabau, rendang tak sekadar makanan, namun memiliki posisi terhormat dalam budaya. Di balik sedapnya rasa, rendang memiliki filosofi musyawarah dan mufakat.

Uniknya filosofi itu tersembunyi di balik bahan pokok masakannya.

Misalnya, dagiang (daging sapi) merupakan lambang dari "Niniak Mamak" (para pemimpin Suku adat), dan karambia (kelapa), merupakan lambang "Cadiak Pandai" (kaum Intelektual).

Kemudian lado (cabai), merupakan lambang "alim ulama" yang pedas, tegas untuk mengajarkan syariat agama, kemudian pemasak (bumbu) merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minangkabau.

Itulah sebabnya, rendang menjadi hidangan wajib dalam tradisi Minangkabau dalam seremoni adat, dan menyambut tamu kehormatan.

Rendang diduga telah ada sejak orang Minang menggelar acara adat pertamanya. Selain itu, kelahiran rendang tak luput dari pengaruh beberapa negara, misalnya bumbu-bumbu dari India yang diperoleh melalui para pedagang Gujarat, India.

Laman wikipedia.org, menuliskan sejarawan Universitas Andalas, Profesor Dr Gusti Asnan yang mengatakan rendang tersebar luas sejak orang Minang mulai merantau dan berlayar ke Malaka untuk berdagang pada awal abad ke-16.

Sedangkan kesusastraan Melayu klasik seperti Hikayat Amir Hamzah membuktikan rendang sudah dikenal dalam seni masakan Melayu sejak 1550-an (pertengahan abad ke-16).

Rendang sangat digemari oleh semua kalangan yang pernah mencicipi dan menikmatinya, adalah satu kebanggaan bagi masyarakat Minang umumnya dan masyarakat Lubuk Basung khususnya, salah satu produksi rendang adalah Randang Lubas salah satu kuliner yang tiada pembandingnya.

'Randang Padang' cukup dikenal seantreo dunia pada saat ini, dimana masakan Padang ini dinobatkan sebagai masakan terlezat di dunia kata situs berita CNN. Hal ini bisa kita buktikan langsung secara nyata dengan mendatangi pusat makanan khas Minang di Restourant Padang yang menjamur di belahan dunia.

Namun sudahkah anda menikmati Rendang Lubuk Basung? Lain pula sedapnya. Dimana letak ciri khas Rendang Lubuk Basung? Tiada lain, tiada bukan terletak pada proses pembuatannya. Berikut penjelasannya untuk anda.

Ada pun bahan dan bumbu yang bisa kita jadikan Randang Lubuk Basung, sebagai produksi anak Nagari Lubuk Basung adalah sebagai berikut :

-- Daging Sapi, Kerbau, Kambing, Ikan Tongkol dan Daun Pakis
-- Bawang Putih/Merah
-- Kelapa
-- Lengkuas
-- Jahe
-- Cabe Giling
-- Buah Pala
-- Daun Kunyit
-- Daun Seray
-- Daun Salam
-- Daun Kulit Manis
-- Daun Jeruk
-- Daun Salam

Untuk bisa diproses jadi rendang, kita siapkan santan yang diproses dari memerah kelapa yang sudah diparut sesuai dengan banyak atau berat daging yang sudah ditentukan. Kemudian menyiapkan bawang merah dan bawang putih, serta cabe yang sudah digiling dimasukan dalam kuali untuk dikukus terlebih dahulu, sehingga kadar airnya berkurang jadi 0,5 persen dan adanya resapan bumbu ke dalam daging yang akan direndang, kemudian dimasukan santan kelapa yang sudah diparut tanpa dicampur dengan air agar kita dapat memperoleh pati santan kental kelapa, umumnya kita pakai kelapa yang sudah tua.

Setelah santan yang sudah dicampur dengan bumbu kita aduk secara merata supaya tidak terjadi gumpalan santan pada kuah yang bakal jadi rendang.

Adonan santan dengan bumbu yang sudah dicampur daging, memakan waktu paling tidak 5-6 jam untuk mencapai kualitas rendang yang super nikmat, setidaknya sampai menimbulkan aroma yang menggugah selera orang yang berada di sekitar pembuatan rendang.

Nah, kalau anda tidak percaya silahkan mampir ke rumah Rendang Lubas yang ada di Lubuk Basung.

Pesanan Rendang Lubas bisa melalui WA atau telepon langsung ke nomor HP 081261927707,  anda akan dilayani dengan ramah oleh marketing Rendang Lubas untuk pesanan langsung. Masakan ini bisa dinikmati bersama keluarga dan juga bisa diperuntukan acara pesta kawinan dan restauran.

Kelebihan proses pembuatan Rendang Lubas adalah dengan menggunakan kayu bakar dari pokok kayu manis dan sabut kulit kelapa agar memperoleh hasil maksimal untuk menghasilkan daging dan dedak rendang yang lezat.

Bagaimana? Tunggu apalagi? Pesan segera sebelum kehabisan? So, enjoy in Lubas.