Ini Dia Sosok di Balik Lukisan Keren yang Ada di Dinding GOR Rang Agam Lubuk Basung

- 9:21 am
Mural atau lukisan di dinding saat ini telah menjadi tren baru bagi tongkrongan anak muda. Betapa tidak, mural tak pelak menjadi tempat yang asik untuk berselfi ataupun berswafoto, karena keindahan dan perpaduan warnanya yang mengagumkan. Bahkan, di beberapa kota mural dijadikan ikon atau indentitas dari penanda suatu kota. Agaknya, Lubuk Basung tidak ingin ketinggalan, sebab jika kita berkesempatan ke Kawasan Gedung Olahraga (GOR) Rang Agam, kita akan menemukan sejumlah mural terpajang di dinding gedung. Lalu, sudah tahukah kita siapa sosok di balik lukisan dinding yang menjadi penawar rasa letih setelah berolahraga tersebut?
Al 2000 (kiri) bersama Geno/lubas.web.id

Dia adalah Albakri (52) seniman lukis asal Piai Kota Padang. Di tempat asalnya, Alfakri lebih dikenal dengan nama beken Al 2000. Al telah menggeluti seni lukis selama kurang lebih 26 tahun. Konon, Al menekuni seni melukis di murus (Latin : dinding) secara otodidak. Berangkat dari kepiawaiannya melukis di kanvas, kemudian di dinding bus, membuatnya tidak menemukan kesulitan yang berarti ketika diminta melukis di media tembok.

Di sore Kamis (15/3) yang cerah, disela aktifitasnya melukis, Al membeberkan ihwal karya-karyanya yang terpampang di salah satu dinding GOR Rang Agam kepada tim lubas.web.id.

"Benar ini semua saya yang lukis sendiri," ujar Al.

Setelah diselidiki dengan saksama, memang terbukti lukisan-lukisan itu buah karya Al. Pasalnya disetiap pojok lukisan terdapat tanda (sign) dari empunya gambar. Ada tulisan "al" dan tanggal pelukisan gambar. Dikatakan Al, lukisan-lukisan yang ada di dinding GOR Rang Agam adalah pesanan Pemerintah Kabupaten Agam.

"Untuk ide lukisan bukan dari imajinasi saya, tapi saya diberikan beberapa foto, kemudian foto tersebut yang saya pindahkan ke dinding," terang Al sembari melihatkan beberapa foto yang akan dilukisnya.

Berdasarkan keterangan Al, menyelesaikan sebuah lukisan di dinding tidaklah begitu rumit. Sebab, dia sudah terbiasa membuat gambar sketsa.

"Tidak ada kerumitan. Sebelum dicat tentu dibuatkan sketsanya dulu. Membuat sketsanya butuh waktu 1 hingga 2 jam. Nah, bagian pewarnaan yang butuh waktu agak lama," tukuknya.

Hadirnya karya-karya Al 2000 di Lubuk Basung bukan terjadi begitu saja. Dia hanya memberikan jasa, sebab ada pemegang tender yang menginginkan karyanya supaya ada di Lubuk Basung.

"Saya bernaung di bawah CV. Karena mata pencaharian saya memang melukis, maka CV memberikan kesempatan itu kepada saya," terang bapak satu orang anak tersebut.

Selama menggeluti dunia seni lukis dinding bukan berarti perjalanan karir Al mulus-mulus saja. Bahkan, Al mengaku gamang jika harus memanjat terlalu tinggi, meski dulunya Al sudah pernah melukis di bagian dalam kubah masjid yang ada di Bukittinggi.
Al ketika menuruni tangga kayu


"Sebenarnya sih saya diminta melukis sampai ke dinding paling atas GOR, tapi saya tidak menyanggupi, terlalu tinggi," ujar Al.

Bukan hanya itu cerita yang Al bagikan. Ada cerita haru di balik mural keren yang sering kita tatap tiap sore itu. Dikatakan Al, demi menyelesaikan lukisan itu, dia rela terpisah dari keluarga selama beberapa hari. Bahkan, mirisnya lagi dia mesti menumpang bermalam di bengkel-bengkel yang ada di Lubuk Basung.

"Kali ini saya nginapnya numpang di bengkel. Di bengkel di sini (maksudnya Simpang Empat Lapau Talang). Rencana sore ini mau balik lagi ke Padang. Ada keperluan keluarga," katanya lagi.

Untungnya, lanjut Al, dalam menyelesaikan lukisan diinding kali ini, Al dibantu oleh seorang asisten, yang tidak lain adalah keponakannya sendiri, Geno (22). 

Geno adalah pria kelahiran Bandung. Geno mempelajari seni melukis di dinding juga secara otodidak. Dikatakan Geno, mural yang tengah dikerjakannya itu merupakan hal yang baru baginya.

"Kalau mural realis seperti ini baru sih, saya dulunya main di grafiti," ujar pria yang sempat kuliah Desain Grafis di Unikom Bandung itu, namun sayang Geno memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah.

Selain membuat mural, Geno juga seorang desainer untuk produk baju dan cover album grup band indie di Jogjakarta.

Nah, itulah mereka sosok di balik indahnya mural yang terpampang di Kawasan GOR Rang Agam Lubuk Basung. Jika selama ini kita hanya tahu lukisannya saja, maka untuk kedepannya kita juga harus tahu siapa pelukisnya.

Sedikit bocoran, Al adalah orang yang sangat ramah. Jika berkesempatan teman-teman bisa loh berfoto di mural bersama sang pelukisnya. Bahkan Al juga menerima siapa saja yang mau belajar melukis mural. Selain itu Al juga bersedia jika diminta melukis di dinding rumah teman-teman. Tentunya dengan harga yang cukup terjangkau. Kerenkan ya?

Sementara itu dulu informasi di balik sosok mural-mural keren di Lubuk Basung. So, Enjoy in Lubas.