Anna Hijratul Hasanah, Generasi Lubas yang Kepincut Seni Tradisi

- 9:32 am
Masa muda adalah masa yang penuh dengan kejutan dan sudah barang tentu sangat menyenangkan bukan? Betapa tidak, banyak hal yang bisa dilakukan selagi masih muda, seperti memperkaya kualitas diri demi menjemput kesuksesan di masa depan. Di masa ini pula, karakter seseorang akan terbentuk. Sehingga bagi remaja asal Lubuk Basung yang satu ini, memanfaatkan masa muda dengan sebaik mungkin merupakan sebuah keharusan. Baginya, masa muda akan sangat membosankan jika diisi dengan hanya berpangku tangan. Siapakah dia?
Anna Hijratul Hasanah/Dok. Pribadi

Dia adalah Anna Hijratul Hasanah (18). Anna begitu dia akrab disapa merupakan buah kasih pasangan Mawardi dan Ratna Juita. Saat ini Anna tergabung dalam Kelompok Kesenian Bukik Bunian, Lubuk Basung. Di wadah kesenian itulah Anna menempa kepribadian dan kreatifitas.

Kendati tergolong sebagai generasi milenial yang identik dengan modernitas tak lantas membuat Anna menutup mata dengan hal-hal yang berbau tradisional. Dirinya lebih memilih menyeburkan diri ke dalam seni tradisi ketimbang ikut-ikutan kelatahan generasi masa kini.

"Dari pada hura-hura tak menentu, nimbrung ke dalam kelompok kesenian bukanlah suatu langkah yang salah," ujar Anna.

Kecintaan Anna terhadap seni memang sudah terpupuk sejak belia. Berawal dari ketertarikannya pada dunia tari dan modeling ketika masih di bangku sekolah dasar, membuat dirinya mantap untuk terus menggali potensi yang bertalian dengan seni, seperti seni tradisi.

"Saat ini Anna dilibatkan dalam sebuah grup randai, kebetulan ditempatkan sebagai talen. Awalnya sih, Anna cuma ingin menggali potensi menari," imbuh perempuan yang bercita-cita ingin menjadi guru sanggar itu.

Prestasi Anna di bidang menari dan modeling bukan tanggung-tanggung. Pelbagai kompetisi tingkat lokal dan nasional sudah acap dilaluinya. Tak jarang pula dia menyabet juara. Prestasi paling bergengsi yang pernah diraihnya adalah the best three Selebrity Hunt tahun 2016 silam.

"Alhamdulillah, Anna pernah juara di ajang model busana muslim expo tingkat kebupaten, tahun lalu juara 2. Anna juga pernah juara satu tingkat sekolah top model busana muslim se Lubuk Basung tahun 2015. Kemudian seleksi menari di Kota Padang kategori tunggal masuak grand final dan dapat juara tiga," sebut remaja yang saat ini tercatat sebagai pelajar MAN 5 Agam ini.

Meski telah meraih segudang prestasi tak lantas membuat remaja berperawakan mungil ini tinggi hati. Di sela-sela aktifitasnya sebagai pelajar, dia tetap menyisihkan dua hari dalam seminggu untuk mengasah kepiawaian dan pengetahuannya ihwal tradisi Minangkabau. Baginya, kalau tidak generasi muda siapa lagi yang akan peduli dengan tradisi lokal.

"Selain Anna memang mencintai seni Minangkabau, Anna juga termotivasi untuk menjadi orang yang akan mentransfer pengetahuan seputar tradisi ke generasi selanjutnya," tukuknya lagi.

Apabila Anna kepincut pada seni tradisi bukan berarti dirinya menutup kemungkinan untuk potensi diri lainnya. Musabab, di sela aktifitasnya yang seabrek itu, dia masih meluangkan waktu bagi siapa saja yang butuh jasa Make Up darinya.

"Selain jadi guru sanggar, Anna juga bercita-cita jadi penata rias," ujarnya dengan mantap.

Dari begitu banyak aktifitas kreatif yang dilalui Anna, dia tetap menyadari posisinya sebagai seorang pelajar. Dia lebih memprioritaskan aspek akademik. Untuk itu, sebutnya lagi, dia harus berpandai-pandai membagi waktu antara belajar dan berkegiatan.

"Anna tetap utamakan sekolah, lebih-lebih sebentar lagi Anna berada di kelas 12. Anna berharap Anna terus diberi kesehatan, dan kedua orang tua Anna tetap terus mendukung Anna. Semoga Anna bisa menjadi pribadi yang baik," tutup mantan Mayoret MAN 5 Agam itu.