Mengenal KIM Lebih Dekat, Organ Tunggal yang Bertabur Hadiah

- 9:20 am

Bagi masyarakat Minang, rasanya tak lengkap jika sebuah pesta perkumpulan tak dimeriahkan dengan 'KIM'. Seperti yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupatan Agam, Sabtu (21/4) malam di GOR Rang Agam Lubuk Basung. Panitia menampilkan hiburan KIM usai memberikan point of ceremony seputar pemilih cerdas. Ratusan bahkan hampir ribuan warga Lubuk Basung dan sekitarnya tumpah ruah di dalam ruang GOR, entah karena ingin memahami lebih jauh ihwal pemilih cerdas, ataukah hanya tergiur oleh sejumlah hadiah. Allahuwalam.
Pagelaran Seni Budaya oleh KPU Kabupatrn Agam

Baiklah, kesampingkan saja dulu acara yang berbau politis tersebut, ada baiknya kita fokus dan mengenal lebih jauh apa itu 'KIM'.

KIM adalah kependekan dari Kesenian Irama Minang (KIM), sebuah kesenian yang menggabungkan undian berhadiah dengan seni musik dan pepatah. Tradisi ini menjadi unik, lantaran penonton akan fokus dengan syair untuk mendapati angka-angka yang disebutkan penyanyi.

Sejarah KIM sendiri pertama kali di populerkan oleh Idham Rajo Bintang (salah seorang tokoh pariwisata Sumbar) pada tahun 1968.

Sebelum musik didendangkan, penonton diberi lembaran kertas berisi angka, terdiri dari lima baris, setiap lajur ada lima kombinasi angka. Jika lima kombinasi angka pada satu lajur berhasil diisi, maka si penonton berhak mendapatkan hadiah. Panitia sudah menyediakan hadiah. Biasanya hadiah mulai dari baju, jam dinding, kipas angin, mesin cuci, bahkan sepeda.

Sekilas, lembaran kertas dan angka-angkanya mengingatkan dengan permainan Bingo, permainan komunitas di mana angka-angka ditarik secara acak dan pemain menandai angka tersebut di kupon yang mereka bawa, hingga sepadan dengan pola yang telah ditentukan.
Namun menariknya, penonton dituntut mendengarkan musik yang didalamnya berisikan pepatah, petitih hingga gurindam dalam lagu tersebut. 

Tentu, dalam lagu tersebut terselip angka yang disebutkan, tinggal mencocokkan dengan lembaran kertas yang ada di tangan penonton.

Biasanya angka yang disebutkan muncul di papan yang sudah disiapkan di samping penyanyi. Jadi jika ketinggalan dengan angka yang disebutkan bisa mengintip di papan tersebut. Semakin lama bermain, semakin besar hadiah yang didapat.

Permainan ini sangat atraktif, lucu dan menghibur, sehingga selalu hadir di setiap pesta pernikahan ataupun arena pameran besar. Bahkan perantau minang dalam perkumpulan mereka sering menyelipkan permainan ini saat mengadakan pertemuan akbar. 

Ini potongan lirik dari lagu Elly Kasim yang biasa didendangkan dalam KIM

Diguncang batu diguncang
Diguncang sakali lai
Ti ati Tuan mamasang
Si satu jalan sandiri
Karambia satandan labek
Baminyak tangah kuali
Bapasan jo anak ketek
Si anam nan duo kali
Diguncang batu diguncang
Diguncang si jando mudo
Hei tolong si abang pasang
Pasangkan si tigo duo

Atau

Haw, haw, haw, tarompa kabau
Kudakak roda padati
Pek ampek[1] kelok Maninjau
Disitu tuan maisi
Tatagak tonggak gantuangan
Sabaleh[2] bilangan tagan
Si Nona jo si Noni
Basamo samo manari.

Kontroversi KIM

KIM berasal dari daerah Pariaman yang mana daerah ini terdapat di sepanjang pesisir pantai Sumatra Barat. kemudian permainan ini berkembang sampai ke daerah darat. Permainan ini sangat atraktif, lucu, dan menghibur.

Di Pariaman sendiri setiap ada acara pernikahan, pemilik hajatan selalu mengadakan permainan ini. Namun, kabar yang beredar permainan tradisional ini di beberapa daerah mulai disalahgunakan dan dilarang diadakan, karena katanya permainan ini merupakan bagian dari judi. 

Pada dasarnya permainan ini menurut penulis tidaklah termasuk ke jenis judi, karena memang semata-mata hiburan oleh yang punya hajatan.

Dalam acara KIM yang diikuti itu, panitia sudah menyediakan beberapa hadiah berupa bingkisan yang akan diserahkan kepada setiap pemenang. Dan hadiah utamanya adalah membawa pulang satu unit motor tanpa DP, atau bisa ditukar dengan uang senilai 1juta rupiah.

Dilihat dari teknis permainannya pun bagi yang berkeinginan ikut bermain tidak dipungut biaya sepersen pun. Jadi dimana letak judinya? Semua kembali pada pemahaman masing-masing dan pelakasanaan teknisnya.

Itulah sekelumit pengentahuan mengenai KIM, semoga bermafaat. Selamat berakhir pekan.