Ratusan Pelajar Se Lubuk Basung Ikuti Workshop Perdana Lubas Grafis

- 6:32 am

Ratusan pelajar tingkat menengah pertama dan menengah atas se Lubuk Basung ikuti workshop perdana Lubas Grafis, Sabtu (28/4). Workshop penjaringan karya grafis tersebut dilakukan secara serentak di lima sekolah favorit di Lubuk Basung.
Foto dok. Lubas Grafis

Adapun lima sekolah tersebut adalah SMAN 2 Lubuk Basung, MAN 5 Agam, SMPN 3 Lubuk Basung, MTsN 4 Agam dan SLBN 1 Lubuk Basung. Total keseluruhan pelajar yang mengikuti workshop tersebut mencapai 200 orang.

“Dari 19 sekolah yang kami undang, ada lima sekolah yang memberi respon. Responnya beragam, ada yang bertepatan dengan acara penting di sekolah masing-masing, serta ada sekolah yang tidak merespon sama sekali,” ujar Ketua Pelaksana Lomba dan Parade Lubas Grafis, Hendri.

Meski saat ini hanya lima sekolah, lanjut Hendri, pelajar yang memiliki minat dan bakat seputar dunia seni grafis bisa melibatkan diri pada workshop lanjutan. Dikatakannya, workshop lanjutan tersebut merupakan ajang pematangan karya.

“Jadi bagi sekolah-sekolah yang telah kami undang, namun belum bisa mengikuti workshop perdana, masih berkesempatan mengikuti workshop lanjutan,” imbuhnya.

Dikatakannya lagi, workshop yang diadakan sebanyak dua kali tersebut merupakan upaya Lubas Grafis untuk menjaring potensi-potensi terpendam desainer grafis di tingkat lokal. Setelah itu, mereka yang terjaring di tingkat lokal akan dipersiapkan untuk mengikuti Lomba dan Parade Grafis di tingkat nasional Juli depan.

“Kita berharap, sebelum memasuki iven nasional, sebagai tuan rumah kita mesti mempersiapkan standar grafis tersendiri. Artinya kita gak malu-maluin,” kelakar pria gondrong tersebut.

Workshop yang berlangsung selama 3 jam tersebut, diakui peserta memberikan banyak manfaat. Seperti yang dialami Rasip, siswa dari SMAN 2 Lubuk Basung misalnya, dikatakannya banyak pengetahuan baru yang dia dapati.

“Awalnya saya tidak mengira, ternyata dari satu titik atau garis saja, bisa menghasilkan karya grafis yang luar biasa indah,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMAN 2 Lubuk Basung, Mustapa Kamil, mengaku iven yang diadakan Lubas Grafis kali ini merupakan iven yang bermuatan positif. Dikatakannya, kegiatan workshop yang diadakan di sekolahnya tersebut sangat sesuai dengan kebutuhan kurikulum.

“Kami dari pihak sekolah mendukung kegiatan positif anak muda kreatif yang tergabung di Komunitas Lubas Grafis. Memang pada era milenial ini keahlian seperti ini yang dibutuhkan oleh pelajar, baik bagi yang ingin melanjutkan studi maupun yang tidak,” terangnya.

Kami berharap, lanjut Mustapa Kamil, iven yang semacam ini bisa dijadikan iven tahunan. Sehingga Lubuk Basung bisa menjadi standar penilai grafis secara nasional.

Hal senada juga diutarakan oleh salah seorang guru dari SMPN 3 Lubuk Basung, Syamsulfrizon. Dikatakannya, banyak potensi-pontensi yang bertalian dengan seni masih terpedam. Untuk itu upaya jemput bola yang dilakukan oleh Lubas Grafis ini adalah upaya yang patut diacungi jempol.

“Banyak anak-anak yang masih malu-malu untuk berkarya. Semoga dengan adanya workshop ini mereka dapat menjadi pribadi yang percaya diri di kemudian hari,” ujarnya.

Iven Lomba dan Parade Lubas Grafis tersebut tidak hanya melibatkan pelajar dari sekolah-sekolah formal saja. Pasalnya, dalam iven kali ini sekolah luar biasa juga dilibatkan, seperti SLBN 1 Lubuk Basung.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah SLBN 1 Lubuk Basung, Sarip, mengaku bangga anak-anaknya dilibatkan pada iven tersebut. 

Dikatakannya, potensi seni grafis di sekolah yang ia pimpin pada dasarnya juga tidak kalah dari sekolah lainnya.

“Bahkan anak-anak kami setiap dua tahun sekali diikutkan pada iven yang sama di tingkat nasional,” ujarnya.

Informasi yang berhasil kami rangkum dari panitia lomba dan parade Lubas Grafis, workshop termen kedua akan dilangsungkan pada 5 Mei mendatang. Pada workshop lanjutan tersebut seluruh peserta akan dikumpulkan di satu tempat yang telah ditentukan panitia. Kemudian lomba dan parade akan dilangsukan pada 12-13 Mei.