Workshop Lubas Grafis, Persiapkan Desainer Grafis Untuk Berkompetisi di Tingkat Nasional

- 6:41 am

Sebanyak 148 pelajar dari 11 sekolah se-Lubuk Basung mengikuti workshop Lomba dan Parade Lubas Grafis, Sabtu (5/5). Workshop yang digelar di Lapangan Outdoor Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Lubuk Basung tersebut merupakan upaya Lubas Grafis dalam mempersiapkan desainer grafis yang akan unjuk gigi pada iven desain grafis tingkat nasional pada Juli mendatang.
Lubas Grafis

Adapun sekolah yang mengikuti workshop lanjutan Lubas Grafis, antara lain SMAN 2 Lubuk Basung, SMAN 1 Lubuk Basung, SMAN 3 Lubuk Basung, SMK Perbankan BGV, MAN 5 Agam, SMP 1 Lubuk Basung, SMP 3 Lubuk Basung, SMP IT Al-Madaniy, MTsN 4 Agam, dan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Lubuk Basung.

Workshop lanjutan tersebut merupakan pemantapan karya peserta workshop yang terjaring pada workshop perdana pada Sabtu (28/4) lalu. Peserta workshop diarahkan membuat karya yang lebih tematik.

“Jika pada workshop sebelumnya, peserta dibebaskan membuat desain grafis berdasarkan ide dan intuisi masing-masing, maka kali ini lebih diarahkan dalam hal tema,” ujar Ketua Pelaksana Lomba dan Parade Lubas Grafis, Hendri pada saat memberikan sambutan.

Beberapa tema yang ditentukan, lanjut Henri, merupakan hal-hal yang saat ini sangat dekat dengan masyarakat. Panitia menentukan empat tema, antara lain hoax, keselamatan berlalu lintas, kenakalan remaja dan tema religi seperti menyambut bulan suci ramadahan.

“Karya-karya terpilih nantinya akan kita bawa ke tingkat nasional, kemudian beberapa karya akan kita serahkan ke stakeholder terkait, seperti Pemerintahan Kabupaten Agam, Kepolisian, BNN, dan lembaga lainnya,” imbuh Henri.

Dikatakan Henri, beberapa karya terpilih, selain digiring ke iven nasional, nantinya juga akan dijadikan desain baju khas Lubuk Basung. Bagi karya yang tepilih akan diberikan Royal-T.

“Namun sebelum itu karya yang kita kumpulkan hari ini akan diseleksi dan diparadekan terlebih dahulu,” ujarnya lagi.

Workshop lanjutan Lubas Grafis tersebut dibuka langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 2 Lubuk Basung, yang diwakili Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Irdawati. Dikatakan Irdawati, desain grafis merupakan keahlian yang musti dipejari oleh pelajar, baik pelajar tingkat menengah pertama maupun pelajar tingkat menegah atas.

Desain grafis, lanjut Irdawati, memiliki prospek kerja yang menjanjikan. Dapat dibayangkan berapa banyak produk-produk desain grafis yang ada di sekitar kita.

“Itu semua memiliki cost yang tidak murah,” ujarnya.

Dikatakannya lagi, Lubuk Basung memiliki potensi desainer grafis yang tidak kalah dengan kota-kota besar. Hanya saja, tukuknya, desainer grafis di Lubuk Basung belum berani tampil seperti mereka yang di kota besar.

“Setelah ini mari tampil. Peguruan tinggi juga sudah menyediakan Jurusan Desain Komunikasi Visual, semoga akan lahir desainer grafis handal dari sini,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Guru Seni dan Budaya SMP wilayah Agam Barat, Bakaruddin menyebutkan, upaya yang dilakukan oleh Lubas Grafis adalah hal yang ditunggu-tunggu selama ini. Dikatakannya, saat ini banyak keperluan sehari-hari yang membutuhkan keahlian seorang desainer grafis.

“Jika skill itu ada di sekitar kita, mengapa harus mendatangkan orang dari luar,” ujarnya.

Tapi intinya, sambung Bakaruddin, upaya yang dilakukan Lubas Grafis sebaiknya tetap fokus pada penjaringan bakat desainer muda Lubuk Basung. Lubas Grafis diharapkan dapat mengedapankan aspek edukasi.

“Jangan pikirkan komersil dulu. Upaya edukasi dan mengasah kreatifitas jauh lebih penting,” tukuknya.