Hebat, Ternyata Orang Lubuk Basung yang Mempopulerkan Minuman Ini

- 9:13 am
Orang Minangkabau memiliki minuman khas yang amat menyegarkan. Orang Bukittinggi menyebutnya air tawar lain, tetapi lain halnya dengan orang Padang. Mereka menyebut minuman hijau asam manis ini air aka. Berawal dari orang Bukittinggi yang merantau ke Lubuk Basung, kemudian orang Lubuk Basung membawa minuman segar ini ke Padang dan memperkenalkannya sekitar tahun 70-an.

Aia aka atau air tawar

"Air daun kacang diyakini berkhasiat mengobati panas dalam ini dibuat dengan resep dan campuran beberapa air yaitu, air kundua batang, air kacang 7 helai yang warna hijau, dibuat dari daun kacang tujuh jurai, atau 7 tangkai, ditumbuk dan dibubuhi air, seperti meremas kelapa parut dan ditambah air saka yang berasal dari air nira yang di jadikan saka anau," Jelas Amiruddin kepada lubas.web.id, beberapa waktu lalu.

Rasanya yang segar dengan cincau yang lebih lembut dari agar-agar membuat minuman khas Minangkabau ini banyak dicari masyarakat karena kenikmatannya.

Selain mengunakan air asam, minuman air daun kacang ini ada juga yang diberi campuran santan yang membuat rasanya lebih gurih. Namun, kata Amiruddin, jika minuman air daun kacang ini dicampur dengan santan malah membuat khasiat untuk mengobati panas dalamnya menjadi hilang.

Para penjual selalu mencampur satu per satu bahan minuman ini pada gelas dari botol-botol ukuran sirup yang berisi air daun kacang, air gula aren, air asam, santan, dan cincau yang terdapat pada periuk kecil dengan takaran khusus untuk satu gelas panjang ukuran 150 ml.

Minuman khas Minangkabau ini dibanderol dengan harga yang sangat murah yaitu seharga Rp 4 ribu. Bagi yang mengunjungi Bukittinggi dan Padang, harus mencoba miuman sehat ini. Meski, tak ada bedanya air tawar ataupun air aka, tetapi ada keragaman istilah nama minuman unik yang satu ini di kedua kota besar di Sumatera Barat tersebut.