Puncak Gaduang oh Puncak Gaduang, Bikin Lubuk Basung Lebih Berwarna

- 1:11 pm
Dahulunya, tempat ini sepi dan dipenuhi semak, jangankan untuk berswafoto menghampirinya saja bikin bulu kuduk bergidik. Kini jangan disebut, tempat ini telah menjelma destinasi yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke Lubuk Basung. Betapa tidak, beberapa waktu terakhir tempat yang dinamai Puncak Gaduang yang berada di Jorong Surabayo Nagari Lubuk Basung Kabupaten Agam ini sontak menjadi pusat perhatian. Baik bagi perhatian sepasang kekasih, keluarga, perkawanan, maupun bagi pecinta fotografi. 

Puncak Gaduang
Puncak Gaduang berada sekitar 3 KM dari pusat pemerintahan alias Kantor Bupati Agam yang terletak di Padang Baru. Untuk sampai kesana hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 15 menit saja. Namun sayang, belum ada kendaraan umum yang menuju ke sana.

Akses menuju ke Puncak Gaduang tidaklah terbilang sulit, sebab akses jalan ke lokasi dikelola dengan baik warga setempat, terutama oleh pemuda-pemudi Lapau Konsi di Jorong Surabayo.

Walaupun saat ini masih minim dari segi sarana dan prasarana, namun warga setempat secara swadaya bersemangat menjadikan kawasan tersebut sebagai objek wisata yang nomor wahid.

“Bukik Bunian Panjang Tujuah, Lalu dilipek Panjang Limo. Bukan tanaman sagan tumbuah, Bumi nan indak suko manarimo.” Begitulah bunyi dendang dan petuah orang tua terdahulu tentang Puncak Gaduang yang berada di kawasan Bukit Bunian.

Syofrial Sutan Alam Syah (56), seperti yang dilansir prokabar.com, selaku Ninik Mamak setempat mengatakan lokasi tersebut dahulunya memang sudah terkenal keindahan panorama alamnya. Masyarakat sekitar memang sudah biasa menikmati bentangan alam Lubuk Basung yang indah itu.

Puncak Gaduang merupakan bukit tertinggi dari tujuh bukit bunian yang ada di daerah tersebut. Namun sempat ditutup karena sering disalahgunakan untuk berbuat asusila oleh anak muda-mudi.

Gusriwendi (38) pemuda Lapau Konsi menjelaskan ide pembukaan objek wisata Puncak Gaduang dirintis 4 orang pemuda. Yakni Hengki (25), Andi (25), Ikhsan (18) dan Inyiak (18) pada 3 bulan lalu. 15 hari gotong royong dan tidak lama kemudian, pemuda lainnya akhirnya turut serta mendukung dan ikut membangun akses.

Setelah memulai dengan semangat kekompakan kepemudaan, mereka pun meminta petunjuk kepada orang tua di sana.


”Kami akhirnya mendapat respon positif dari kalangan tua. Mulai dari persoalan tanah, regulasi hingga tata hias dan pengelolaan,” tuturnya seperti yang dilansir prokabar.com.
Ketika tim lubas.web.id mengunjungi lokasi tersebut, tim disambut oleh seorang pemudi Lapau Konsi, Sri Wahyuni. Dia dan beberapa kawan tampak serius merawat bunga yang berwarna-warni. Dikatakannya aktivitas mengelola Puncak Gaduang sebagai spot pariwisata telah dilakoninya sejak empat bulan silam.

“Puncak Gaduang ini sudah ada dari zaman dulu, hanya saja tidak terkelola, hingga pemuda-pemudi Lapau Konsi berinisiatif untuk kembali mengelolanya sebagai objek wisata yang indah,” ujar Sri.

Intinya Puncak Gaduang akan menyuguhi pemandangan nan indah. Akan tampak hamparan Ibukota Lubukbasung nan ramai, perbukitan yang menjulang. Indah benar tempat ini.

So, jika berkunjung ke Lubuk Basung, tidak ada salahnya kamu dan karib kerabat mengunjungi tempat yang satu ini. Enjoy in Lubas.